• Arsip

  • Kategori

  • Komentar Terbaru

    MILA di Rumus Praktis Fisika SMP Kelas…
    bibeh di Praktikum Pemuaian
    Agung Chax Akademi D… di Rumus Praktis Fisika SMP Kelas…
    wahyu setiawan di Rumus Praktis Fisika SMP Kelas…
    Cho Hye Rim di Unsur, Senyawa, dan Campu…
  • Blog Stats

    • 128,232 hits
  • Einstein

Kalor

KALOR

Kalor (Energi Panas)

Kalor dikenal sebagai bentuk energi yaitu energi panas dengan notasi Q

Satuan Kalor :

Satuan kalor adalah kalori (kal) atau kilo kalori (k kal)

1 kalori/kilo kalori adalah : jumlah kalor yang diterima/dilepaskan oleh 1 gram/1 kg air untuk menaikkan/menurunkan suhunya 10 C.

Kesetaraan antara satuan kalor dan satuan energi.

Kesetaraan satuan kalor dan energi mekanik ini ditentukan oleh PERCOBAAN JOULE.

1 joule = 0,24 kal

1 kalori = 4,2 joule

atau

Harga perbandingan di atas disebut TARA KALOR MEKANIK.

Kapasitas kalor atau Harga air / Nilai air (H)

Kapasitas kalor suatu zat ialah banyaknya kalor yang diserap/dilepaskan untuk menaikkan/menurunkan suhu 10 C

Jika kapasitas kalor/Nilai air = H maka untuk menaikkan/menurunkan suhu suatu zat sebesar Dt diperlukan kalor sebesar :

Q = H . Dt

Q   dalam satuan k kal atau kal

H   dalam satuan k kal / 0C atau kal / 0C

Dt  dalam satuan 0C

Kalor Jenis (c)

Kalor jenis suatu zat ialah : banyaknya kalor yang diterima/dilepas untuk menaikkan/menurunkan suhu 1 satuan massa zat sebesar 10 C.

Jika kalor jenis suatu zat = c, maka untuk menaikkan/menurunkan suatu zat bermassa m, sebesar Dt  0C, kalor yang diperlukan/dilepaskan sebesar :

Q = m . c . Dt

Q    dalam satuan k kal atau kal

m    dalam satuan kg atau g

c     dalam satuan k kal/kg 0C atau kal/g 0C

Dt   dalam satuan 0C

Dari persamaan di atas dapat ditarik suatu hubungan :

H . Dt = m . c . Dt

H = m . c

Perubahan wujud.

Semua zat yang ada di bumi ini terdiri dari 3 tingkat wujud yaitu :

–          tingkat wujud padat

–          tingkat wujud cair

–          tingkat wujud gas

Kalor Laten (L)

Kalor laten suatu zat ialah kalor yang dibutuhkan untuk merubah satu satuan massa zat dari suatu tingkat wujud ke tingkat wujud yang lain pada suhu dan tekanan yang tetap.

Jika kalor laten = L, maka untuk merubah suatu zat bermassa m seluruhnya ke tingkat wujud yang lain diperlukan kalor sebesar :

Q = m . L

Dimana :

Q  dalam kalori atau k kal

m  dalam gram atau kg

L  dalam kal/g atau k kal/kg

–          Kalor lebur ialah kalor laten pada perubahan tingkat wujud padat menjadi cair pada titik leburnya.

–          Kalor beku ialah kalor laten pada perubahan tingkat wujud cair menjadi padat pada titik bekunya.

–          Kalor didih (kalor uap) ialah kalor laten pada perubahan tingkat wujud cair menjadi tingkat wujud uap pada titik didihnya.

Dibawah ini akan digambarkan dan diuraikan perubahan wujud air (H2O) dari fase padat, cair dan gas yang pada prinsipnya proses ini juga dijumpai pada lain-lain zat.

Gambar perubahan wujud air.

 

suhu

 

100o C

 

 

 

 

0o C

 

waktu

Q = m x ces x Dt

Di bawah suhu 00 C air berbentuk es (padat) dan dengan pemberian kalor suhunya akan naik sampai 00C. (a-b) Panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu es pada fase ini adalah :

  1. Tepat pada suhu 00 C, es mulai ada yang mencair dan dengan pemberian kalor suhunya tidak akan berubah (b-c). Proses pada b-c disebut proses MELEBUR (perubahan fase dari padat menjadi cair).

Panas yang diperlukan untuk proses ini adalah :

Q = m . Kl

Kl = Kalor lebur es.

  1. Setelah semua es menjadi cair, dengan penambahan kalor suhu air akan naik lagi  (c-d)

Proses untuk merubah suhu pada fase ini membutuhkan panas sebesar :

Q = m . cair . Dt

Pada proses c-d waktu yang diperlukan lebih lama daripada proses a-b, karena kalor jenis air (cair) lebih besar daripada kalor jenis es (ces).

  1. Setelah suhu air mencapai 1000 C, sebagian air akan berubah menjadi uap air dan dengan pemberian kalor suhunya tidak berubah (d-e). Proses d-e adalah proses MENDIDIH (Perubahan fase cair ke uap).

Panas yang dibutuhkan untuk proses tersebut adalah :

Q = m . Kd

Kd = Kalor didih air.

Suhu 1000 C disebut TITIK DIDIH AIR.

  1. Setelah semua air menjadi uap air, suhu uap air dapat ditingkatkan lagi dengan pemberian panas (e-f) dan besarnya yang dibutuhkan :

Q = m . cgas . Dt

Proses dari a s/d f sebenarnya dapat dibalik dari f  ke a, hanya saja pada proses dari f ke a benda harus mengeluarkan panasnya.

  • Proses e-d disebut proses MENGEMBUN (Perubahan fase uap ke cair)
  • Proses c-b disebut MEMBEKU (Perubahan fase dari cair ke padat).

Besarnya kalor lebur = kalor beku

Pada keadaan tertentu (suhu dan tekanan yang cocok) sesuatu zat dapat langsung berubah fase dari padat ke gas tanpa melewati fase cair. Proses ini disebut sebagai SUBLIMASI.

Contoh pada kapur barus, es kering, dll. Pada proses perubahan fase-fase di atas dapat disimpulkan bahwa selama proses, suhu zat tidak berubah karena panas yang diterima/dilepas selama proses berlangsung dipergunakan seluruhnya untuk merubah wujudnya.

Hukum Kekekalan Energi Panas (Kalor)

Jika 2 macam zat pada tekanan yang sama, suhunya berbeda jika dicampur maka : zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor, sedangkan zat yang bersuhu lebih rendah akan menyerap kalor.

Jadi berlaku : Kalor yang diserap = kalor yang dilepaskan

Pernyataan di atas disebut “Asas Black” yang biasanya digunakan dalam kalorimeter, yaitu alat pengukur kalor jenis zat.

Rambatan Kalor.

Panas dapat dipindahkan dengan 3 macam cara, antara lain :

  1. Secara konduksi (Hantaran)
  2. Secara konveksi (Aliran)
  3. Secara Radiasi (Pancaran)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: